Tolak Limbah Pabrik, Petani Datangi Gedung Sate

BANDUNG – Ratusan petani yang tergabung dalam Forum Petani Jelekong dan Rancaekek, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat atau Gedung Sate, di Jalan Diponegoro, Bandung.

Mereka menuntut agar limbah pabrik tekstil PT Kahatex tidak mencemari sawah garapan mereka. Pasalnya, selama ini sawah garapan para petani asal Desa Jelekong dan Rancaekek selalu dicemari oleh limbah dari pabrik tersebut.

“Sudah 17 tahun sawah kami terkena pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kami minta kepada anggota DPRD agar mengoptimalkan kerja IPAL, sehingga air limbah dibuang ke lingkungan selalu memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan,” tegas Koordinator aksi Ujang Muharram kepada wartawan, Rabu (27/2/2008).

Pihaknya juga menuntut PT Kahatex agar tidak membuang air limbah ke wilayah Kabupaten Bandung (Sungai Cikijing). Karena hanya membuat kesengsaraan masyarakat.

“Dari kejadian ini, tanah pertanian kami telah rusak dan tidak produktif. Belum lagi polusi udara yang menyengat. Kami hanya bisa berdoa agar para anggota Dewan memiliki nurani dan dapat membantu kami,” imbuh Ujang.

Aksi yang didominasi para kaum ibu ini berjalan tertib. Selain membentangkan beberapa spanduk yang berisikan kecaman terhadap pemerintah dan PT Kahatex, mereka juga membawa hasil pertanian sebagai simbol gagal panen.

Nampak sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Bandung Tengah berjaga. (jri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s