Batam Hadapi Masalah 2.000 Ton Limbah B3

  • Minggu, 23 Januari 2011 | 14:50 WIB

 

 

BATAM, KOMPAS.com – Setiap tahun sedikitnya 100 perusahaan di Batam membuang limbah bahan beracun dan berbahaya tanpa melalui proses pengolahan. Total volume limbah yang dihasilkan diperkirakan mencapai 2.000 ton per tahun.

“100 perusahaan itu akan menjadi target operasi penertiban kami pada tahun 2011 ini. Ini merupakan operasi lanjutan karena tahun lalu kami juga telah melakukan operasi serupa,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (bapedal) Kota Batam Dendi N Purnomo, Minggu (23/1/2011).

Berdasarkan data Bapedal Kota Batam , terdapat 776 perusahaan industri di Batam. Sebanyak 375 perusahaan di antaranya berpotensi menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dari 375 industri yang potensial tersebut, 275 perusahaan atau 73 persen sudah mengelola limbah B3 berdasarkan manifes limbah B3. Sementara 100 perusahaan lainnya atau 27 persen belum mengelola limbah B3.

Modusnya meliputi ditimbun dalam tanah di areal perusahaan, dibakar di areal perusahaan, dibuang ke laut, dan dicampur dengan sampah.

Selama 2010, Bapedal Kota Batam telah mengeluarkan surat peringatan 1 kepada 10 perusahaan, surat peringatan 2 kepada 1 perusahaan, serta melakukan proses penyelidikan terhadap 13 perusahaan dan penyidikan terhadap 1 perusahaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s