Tongam: Tangkap bos pencemaran limbah B3

       
 
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE

MEDAN – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Inspektur Jenderal Polisi  Wisjnu Amat Sastro ditantang Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) Sumatera Utara (Sumut), Tongam Fredy Siregar, untuk menangkap bos lima perusahaan yang diduga illegal dan melakukan pencemaran limbah B3.

“Saya kasi uang kepada Kapoldasu bila berani menangkap bos lima perusahaan yang diduga illegal dan melakukan pencemaran limbah B3,” tegas Ketua DPW) Sakti Sumut.

Dikatakan, jika berhasil menangkap bos perusahaan pencemar limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), yakni  PT Putra Baja Deli (PBD), CV Miko Jaya, CV Sinar Jaya, PT Indah Deli Jaya Lestari dan CV Yudi maka dapat hadiah.

Menurut Tongam, pernyataan Kepala Badan Lingkungan Hidup, Hidayati sudah jelas menyebutkan lima perusahaan PT PBD dan empat rekanannya yakni, CV Miko Jaya, CV Sinar Jaya, dan PT Indah Deli Jaya Lestari serta CV Yudi tidak mengantongi kelengkapan izin pemanfaatan limbah B3. “Bahkan, advokasi penguji limbah Jaya Arjuna menyebutkan bahwa CV Miko Jaya telah memalsukan tanda tangan Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera, Ir Muhammad Ilham Malik MSc mengaku tidak pernah mengeluarkan izin pemanfaatan limbah B3.

Lima perusahaan tersebut masih terus beroperasi, meski tidak melengkapi izin yang diberlakukan oleh pemerintah. Meski demikian, Poldasu terkesan membiarkan alias menutup mata terhadap lima perusahaan yang jelas  melanggar tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan dan pengumpulan limbah beracun yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan tahun 1995.

“Seharusnya Kapoldasu sudah bisa menurunkan anggotanya untuk menutup sementara perusahaan yang merusak lingkungan tersebut dan melanggar Undang-Undang lingkungan hidup. Sebagai bukti lain, CV Miko Jaya yang beralamatkan di Lingkungan 29 Gudang Kapur Kecamatan Medan Labuhan tidak memiliki izin pengangkutan dan pendistribusian limbah B3 dari Departemen  Perhubungan (Dephub),” sebutnya, hari ini.

Dikatakan, perusahaan pengumpul, penyimpan dan pengakut limbah B3 yang tidak mengantongi izin tersebut melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 18/1999 tentang pengolahan limbah beracun, PP No 85/1999 tentang semua usaha dan atau kegiatan pengumpulan limbah dan bahan berbahaya dan beracun harus mendapatkan izin. “Perusahaan tersebut diduga  Kemudian keputusan Kepala Badan Pengendalian diperkuat dengan peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 32 tahun 2009 tentang tata laksana perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah B3,” jelasnya.

Sementara Kepala BLH Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Hidayati, mengaku sudah menurunkan

petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BLH Provsu. Untuk hasilnya, Hidayati enggan menyebutkan. “Hasilnya sudah ada, karena Polda yang minta, hasilnya kita akan serahkan ke Polda saja,” jelasnya.

Hidayati menegaskan, lima perusahaan yakni, PT Putra Baja Deli (PBD) dan empat rekanannya yakni, CV Miko Jaya, CV Sinar Jaya, dan PT Indah Deli Jaya Lestari serta CV Yudi akan dipanggil untuk dilakukan verifikasi kelengkapan izin. “Secara khusus kita melakukan verifikasi kelengkapan izin terhadap lima perusahaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” sebutnya.

Ditegaskan Hidayati, dari hasil verifikasi ditemukan adanya pelanggran ketentuan undang-undang, BLH akan mengambil tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku. “Dalam Undang-undang No 32 pasal 100 diatur, apabila perusahaan pengumpul, pengelola dan pengangkut pendistribusian limbah B3 melanggar peraturan UU, dapat dikenakan denda sebesar Rp3 miliar dan ancaman kurungan penjara maksimal 3 tahun. Namun pada butir dua, sanksi tersebut diberikan setelah melewati sanksi administrasi yang tidak dipatuhi. Untuk saat ini kita mengikuti peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara Direktur Ditreskrimsus Poldasu, Komisaris Besar Polisi Sadono Budi Nugroho, mengaku belum ada menerima laporan hasil sidang lapangan PPNS BLH Provsu dan uji laboratorium ambang batas pencemaran. “Belum, kita masih menunggu hasilnya. Setelah ada hasilnya, kasusnya kita lanjutkan penyelidikannya,” sebut Sadono.

Editor: SASTROY BANGUN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s