PT. Mukti Mandiri Lestari Merasa Dizalimi

Rabu, 26 September 2012 – 18:00:22 WIB

komhukumimage

Komhukum (Bekasi) – PT. Mukti Mandiri Lestari yang berlokasi di Kabupaten Bekasi merasa dizalimi oleh beberapa pemberitaan di media massa lokal yang dinilai menyudutkan perusahaan itu.

Menurut Associate Director PT. Mukti Mandiri Lestari Drs. Alvin Hidayat, M.Si, melalui rilis yang dikirim kepada Komhukum.com, di Jakarta, Rabu (26/09) mengatakan, PT. Mukti Mandiri Lestari  sebagai perusahaan pengelola limbah B3 dan Non B3 sudah patuh terhadap peraturan pengelolaan lingkungan. “Tapi perusahaan dituduhkan tidak berizin dan ilegal. Padahal seluruh tuduhan adalah tidak benar,” kata Alvin Hidayat.

Menurutnya, beberapa berita yang dimuat surat kabar lokal itu diantaranya ada yang menulis “Komisi C Pergoki PT. MML Kelola B3 Ilegal” (Selasa,18 September 2012), berita lain berjudul “Tak Berizin, Pabrik Limbah Ditutup” (Selasa, 18 September 2012), dan berita  berjudul “PT. MML Kepergok Kelola B3” (Rabu, 19 September 2012).

“Penulisan berita oleh wartawan dibuat secara berbarengan. Tujuannya tidak lain untuk menghancurkan kredibilitas perusahaan melalui pemberitaan pers (pengadilan oleh pers). Pemberitaan yang tujuannya menjelekkan perusahaan terus terjadi di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.

Selanjutnya dikatakan Alvin Hidayat, modus operandi biasanya dikemas dalam bentuk “sidak (inspeksi mendadak)” yang melibatkan persekongkolan antara anggota DPRD Kabupaten Bekasi (dalam hal ini komisi C DPRD Kabupaten Bekasi), Staff BPLHD (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Kabupaten Bekasi), Satpol PP, dan sejumlah wartawan lokal.

Selain itu menurut keterangan Associate Director PT. Mukti Mandiri Lestari itu, setiap memasuki perusahaan, tim yang berkedok sidak itu tidak dilengkap dengan surat tugas, dan pelaksanaannya tidak sesuai dengan prosedur Sidak Permen Nomor 09/2010 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bahkan menurutnya, dengan gaya yang sombong dan mau menang sendiri anggota Sidak meremehkan kelengkapan perizinan yang dimiliki oleh perusahaan.

“Sesungguhnya sikap sombong petugas BPLHD Kabupaten Bekasi dan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi tidak perlu ditunjukan. Seharusnya membangun sikap mendidik satu sama lain.” pintanya.

Belum cukup sampai disitu, kata Alvin Hidayat, paksaan juga dilakukan oleh tim yang berkedok sidak resmi pada perusahaan untuk menanda tangani BAP  (Berita Acara Pemeriksaan) yang tidak melalui kajian teknis dan regulasi yang secara normatif benar. Tentu saja perusahaan tidak mau menanda tangani BAP. Hingga tindakan ini membuat marah tim Sidak pada perusahaan.

“Hal yang memalukan, diakhir sidak anggota tim mungkin karena lapar makan di warung sate Kodam (kebetulan dekat lokasi perusahaan), setelah makan tidak mau membayar dan membebankan pada perusahaan,” terangnya.

Dia berharap para pejabat yang berwenang BPLHD Provinsi Jawa Barat, Kementerian Lingkungan Hidup, badan kehormatan DPRD, Dewan  Etik wartawan memberikan arahan dan sanksi atas tindakan yang non-prosedural dengan atas nama Sidak pada perusahaan yang berizin dan miliki sertifikat ISO 14001.

“Sebagai sebuah perusahaan recycler limbah elektronik  PT. Mukti Mandiri Lestari juga pernah menjadi host kegiatan BCRC Asia & Asia Tenggara sebagai recycler di Indonesia. Idealnya perusahaan yang bervisi hijau dan patuh pada regulasi lingkungan hidup diberi penghargaan, bukan malah diobok-obok, diperas, dan diburukan citranya hanya untuk mendapat keuntungan sesaat dari pesaing bisnis dengan gaya koboi,” katanya. (K-2/yan)

Kontributor : K2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s