BPLHD Kab. Bekasi Amankan Seribu Liter Scrap Limbah B3

 

 

 

BEKASI, (PRLM).- Badan Pengendali Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Bekasi mengamankan lebih dari 1.000 liter scrap limbah bahan beracun berbahaya (limbah B3) dalam 51 drum, dari PT Omron Indonesia berupa campuran pelumas industri.

Limbah B3 tersebut terbukti tidak dikelola sesuai prosedural yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jumlah tersebut diperoleh setelah BPLHD Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak), mengenai pengelolaan limbah industri B3 ke perusahaan tersebut.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian pada BPLHD Kabupaten Bekasi, M. Badruzaman mengatakan, saat ini sejumlah limbah-limbah industri tersebut sudah dipasang garis BPLHD sebagai barang bukti yang tidak boleh dihilangkan.

Selain itu, pihak perusahaan pun telah diberikan sanksi administratif mengenai pengolahan limbah industri B3 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang pengolahan limbah B3 dan Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

“Limbah-limbah ini sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kepada pelanggar peraturan, kami telah memberikan sanksi administratif. Akan tetapi, sanksi tersebut tidak memberhentikan operasional perusahaan tersebut untuk menjalankan perusahaannya. Yang kami soroti yakni pengelolaan limbah B3 perusahaan itu yang tidak mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan,” ungkap M. Badruzaman saat ditemui di ruang kerjanya di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (1/8).

Diungkapkan Badruzaman, dalam hal pengelolaan limbah B3 ini, perusahaan diwajibkan untuk mengelolanya dengan pihak berijin. Akan tetapi, kasus yang terjadi di perusahaan tersebut mengelola limbah B3 dengan melibatkan pihak ketiga yang tidak mengantongi perijinan pengolahan limbah B3.

“Dalam UU Nomor 32 tahun 2009 telah dengan jelas disebutkan bahwa apabila setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa ijin, dipidana dengan kurungan penjara paling singkat satu tahun dan denda paling sedikit satu miliar rupiah hingga tiga miliar rupiah,” ungkap dia.

Saat disinggung mengenai jumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi yang melakukan hal serupa, dikatakan M. Badruzaman, pihaknya memperkirakan ada 1.200 perusahaan di 7 kawasan industri di Kabupaten Bekasi yang saat ini diduga mengelola limbah industri B3 tanpa ijin. Jumlah perusahaan tersebut sekitar 30 persen dari jumlah perusahaan di kawasan industri tersebut yang berjumlah 4.000 perusahaan.

Secara jelas, ditegaskan M. Badruzaman, mengenai pengelolaan limbah B3 tersebut, pemerintah sudah menunjuk pihak-pihak yang dianggap berkompeten dalam mengolah limbah tersebut. Pengelola limbah B3 pun sudah diketahui oleh pemerintah daerah.

“Limbah B3 ini kan cukup berbahaya. Apabila pengelolaan limbah B3 ini dikerjakanoleh pihak yang tidak mengantongi ijin, maka dikhawatirkan limbah-limbah ini akan berdampak negatif kepada masyarakat. Makanya, pemerintah telah menunjuk lembaga-lembaga yang berhak mengelola limbah tersebut sehingga apabila dibuang, limbah ini sudah aman dan tidak menimbulkan ancaman baik kepada manusia maupun lingkungan hidup,” tutur dia.

Menganggapi masih banyaknya perusahaan membandel, BPLHD Kabupaten Bekasi bersama-sama tim penyidik lingkungan hidup dari BPLHD Provinsi Jawa Barat akan selalu melakukan pemeriksaan rutin ke setiap perusahaan di Kabupaten Bekasi mengenai pengelolaan limbah B3 tersebut.

“Tentunya kami akan selalu melakukan pemeriksaan pengelolaan limbah ke setiap perusahaan. Jangan sampai pengelolaan limbah ini dilakukan tidak sesuai prosedur,” katanya. (A-198/A-89)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s